Profil Pembicara Nasional
Ifa Isfansyah
Ifa Isfansyah lahir di Jogjakarta pada tahun 1979 dan lulus dari ISI Jogja jurusan Televisi tahun 2007. Pada tahun 2001, ia dan teman-temannya mendirikan komunitas film independent yang bernama Fourcolours Films dan aktif memproduksi film pendek. Film pendeknya yang bejudul MAYAR mendapatkan SET award untuk Best Cinematography and Best Art Directing di Fest Film Video Independen Indonesia 2002. Ifa juga menyutradarai iklan dan serial TV. Pada tahun 2006 ia membuat film pendek yang berjudul HARAP TENANG ADA UJIAN dan mendapatkan banyak penghargaan di berbagai festival, seperti : Audience Award di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2006, Best Short Movie di Festival Film Pendek Konfiden 2006, Best Short Movie di Festival Film Indonesia 2006 dan ditayangkan di International Competition at Short Shorts Film Fest and ASIA 2007, Tokyo, Jepang. Ifa merupakan salah satu sutradara Indonesia yang menjanjikan di masa mendatang. Ia juga terpilih dalam Asian Film Academy Pusan Int’l Film Fest 2006 dan memenangkan scholarship award di Dongseo University Faculty of Film and Video di Korea.
Hanung Bramantyo
Hanung Bramantyo adalah satu dari sekian banyak sutradara yang dinilai fenomenal di Indonesia. Lewat filmnya yang berjudul AYAT-AYAT CINTA (2008), ia tidak hanya dikenal sebagai sutradara sukses di Indonesia, namun juga di beberapa negara Asean. Dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2005, Hanung terpilih sebagai sutradara terbaik lewat filmnya, BROWNIES dan dinominasikan sebagai sutradara terbaik untuk film cerita lepas, lewat SAYEKTI DAN HANAFI. Beberapa film karya Hanung Bramantyo adalah: Topeng Kekasih (2000), Gelas-Gelas Berdenting (2001), When ... (film pendek) (2003), Brownies (2004), Catatan Akhir Sekolah (2005), Sayekti dan Hanafi (TV) (2005), Jomblo (2006), Lentera Merah (2006), Kamulah Satu-Satunya (2007), Legenda Sundel Bolong (2007), Get Married (2007), Ayat-Ayat Cinta (2008), Doa Yang Mengancam (2008), dan Perempuan Berkalung Sorban (2008).
The Mo Brothers
The Mo brothers adalah satuan dari 2 sahabat yang bertemu di Sydney, Australia; Mochammad Maliki Stamboel (KIMO) dan Timothy Timo Tjahjanto (TIMO). Kimo memulai karirnya lewat film BUNIAN (2003) feature film pertama yang ia buat secara independen. BUNIAN merupakan film debutan Merah production. Sementara, Timo memulai karirnya dengan menjadi cameraman dan storyboard artist di Sydney, Australia. Sebelum bertemu, kedua sahabat ini memang sudah memiliki cinta yang mendalam terhadap filmmaking. Mereka akhirnya bertemu ketika Timo menawarkan diri menjadi camera crew di tahap akhir produksi Bunian.
Duet Film pertama mereka terjadi tahun 2004 saat memproduksi film pendek ‘SENDIRI’, film pendek yang bertajuk Psychological Thriller, dan akhirya meraih gelar Audience Favorite, di Film Festival Independent yang diadakan di Sydney dan Melbourne, Australia. Pada tahun 2007, mereka kembali berkolaborasi dan menghasilkan film yang berjudul DARA yang melibatkan Shareefa Daanish dan Mike Muliadro sebagai pemeran utama, dan meraih beberapa penghargaan di berbagai festival.
Mouly Surya
Mouly Surya lahir pada tahun 1980. Menyelesaikan pendidikannya di Bond University di Australia, dimana ia mendapatkan gelar master dibidang Cinema and Television. Semenjak kembali ke Indionesia, ia bekerja sebagai asisten sutradara dan juga menyutradarai beberapa video musik dan film pendek. FIKSI adalah film panjang pertama yang disutradarai dan ditulisnya berkolaborasi dengan Joko Anwar. Ia berhasil meraih 3 Piala Citra FFI 2008 untuk kategori film, sutradara dan penulis skenario terbaik melalui film Fiksi.
Karya-karyanya antara lain; Doll (Bond University, 2005), Mirror (2005) sebagai asisten sutradara, D'Bijis (2007) sebagai asisten sutradara, Merah Itu Cinta (2007) sebagai asisten sutradara dan Fiksi (2008).